Sunday, 25 August 2013

GEMPA YOGYAKARTA


Indonesia berada di antara tiga lempengan tektonik, yaitul lempengan Eurasia, lempengan Indo-Australia, dan lempengan Pasifik. Selain itu, Indonesia juga dilalui oleh Ring of Fire. Lempengan-lempengan tersebut bergerak. Kecepatan rata-rata tumbukan lempeng di selatan pulau Jawa sebesar 10 cm/ tahun dan menghasilkan deretan Gunung api di Pulau Jawa (dengan letusan gunung api dan longsor). Di Bantul, banyak ditemukan sesar (sesar pada umumnya merupakan retakan yang berukuran kecil, bukan celah yang menganga, yang di masa lalu pernah mengalami pergerakan), yang mengakibatkan Bantul menjadi daerah yang rawan bahaya gempa. Jetis merupakan salah satu kecamatan yang rawan bahaya gempa karena dilewati oleh sesar Opak. Hal ini mengakibatkan Jetis dapat menjadi titik pusat gempa dan dapat mengakibatkan kerusakan parah. Dengan demikian, peta gempa Indonesia telah direvisi pada tahun 2010 dengan memasukkan Yogyakarta menjadi salah satu kota dalam zona merah atau daerah rawan gempa.



No comments:

Post a Comment